Peristiwa 9 April 1947: Hari Lahirnya TNI AU, Ketahui Sejarahnya
Dalam Undang-Undang Pertahanan dikatakan bahwa keadaan dan kemajuan negara akan mempengaruhi dan membuka kemungkinan-kemungkinan dalam pembangunan dan menentukan arah perkembangan kekuatan angkatan bersenjata Indonesia.
Antara tahun 1959-1965, di saat Indonesia sebagai negara berkembang yang baru merdeka dan sedang berusaha bangkit kembali akibat penjajahan yang berkepanjangan untuk membangun perekonomiannya dari keterpurukan dengan waktu yang cukup singkat telah mampu mempunyai angkatan bersenjata yang kuat dan modern dilihat dari segi peralatan militer dan personel yang dimiliki terutama kekuatan AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia).
Bahkan kekuatan angkatan bersenjata Indonesia khususnya AURI saat itu telah bisa disejajarkan dengan negara-negara maju dan sudah lama merdeka. Satu hal yang terpenting adalah waktu akan menjadi saksi tentang pentingnya unsur perkembangan kekuatan udara bagi sebuah negara termasuk Indonesia dengan wilayah kedaulatan yang sangat luas.
Jika pada tahun 1947 di Yogyakarta Soekarno pernah berkata bahwa Angkatan Darat harus kuat, Angkatan Laut harus menjadi bulk pertahanan Indonesia, tetapi Angkatan Udara masih dalam “kinderschoenen” (masih anak-anak), namun pada tahun 1964 Soekarno bisa berkata:
“Kita musti mempunyai Angkatan Darat yang kuat, Angkatan Laut yang kuat, Angkatan Udara yang kuat. Ketiganya harus sekuat mungkin. Kita tidak bisa kuat tanpa Angkatan Udara yang sekuatkuatnya, Angkatan Udara yang perfect dalam Technical knowhow, di dalam technical constellation dan di dalam technical skill”.
Mengingat peranannya dalam menjaga keutuhan NKRI, maka penting bagi kita untuk tahu lebih dalam mengenai TNI AU baik dari sejarahnya maupun perkembangannya. Berikut ini informasi mengenai peristiwa 9 April 1947, hari lahirnya TNI AU,
TNI AU lahir dengan dibentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada Tanggal 23 Agustus 1945, guna untuk memperkuat Armada Udara yang saat itu berkekurangan pesawat terbang dan fasilitas-fasilitas lainnya. Pada tanggal 5 Oktober 1945 berubah menjadi Tentara Keamaan Rakyat (TKR) jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.
Pada Tanggal 23 Januari 1946 TKR ditingkatkan lagi menjadi TRI, sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas Angkatan Udara. Pada tanggal 9 April 1946, TRI jawatan penerbangan dihapuskan dan kemudian diganti menjadi Angkatan Udara Republik Indonesia yang kini diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU yang diresmikan dengan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Penulis : Humas Mandalahayu | Terbit : 2022-04-08 | Dibaca : 1826